Journal · Photos · About


Archive for the ‘travel’ Category

bella vista

Sunday, April 27th, 2008

I hope you are all doing well. I’ve been busy lately, too busy to be precise … Honestly, I kinda miss writing this blog and keep in touch with all of you. Tau gak yang memalukan, karena terlalu sibuk, nike jadi kelupaan banyak hal, terutama ultah temen-temen. Yang lebih parah lagi, nike lupa kalau nike ternyata ga lupa ngucapin ultah. Jadi karena nike pikir lupa nyelametin, nike ngucapin selamat lagi dengan kata maaf yang melow. Eh ternyata …, ini balesannya, “ih nikeeee..beneran dah pikun yah :P … kan waktu itu dah kasih selamat lagiiiiii..” *uuppppssss*

Nike baru pulang dari conference plus liburan di Florence. The conference was great, dapet banyak feedback, temen baru, juga hadiah :) Steve nyusul ke Florence setelah nike selesai conference, nyetir sendiri dari Rotterdam (kurang lebih 1300 km), dari jam 11 malem, nyampe jam 3 sore di Florence, jagoan yak? Cerita tentang hadiah, waktu itu, sehabis dengerin beberapa presentasi, nike capek trus duduk di sofa di booth-nya Google. Mereka kasih souvenir rubiks cube, tapi sisinya bukan warna melainkan logo produknya Google. Daripada bengong nike iseng maenan, lebih susah sih dari rubiks yang biasa, karena ada orientasi logonya. Setelah beberapa lama, rubiksnya kelar, langsung yang pada disitu jadi excited, ternyata baru nike yang pertama nyelesaiin selama conference. Nike malah baru tau kalo ada kompetisi buat nyelesaiin rubiks cube. Jadinya nike dapet kado banyak, lampu pernik-pernik, highligher warna-warni, dan satu dos, waktu dibuka, ternyata isinya digital picture frame.

Malemnya, kita diundang ke resepsi Google di Grand Hotel Florence. Kali ini mereka ngadain kompetisi buat design Google doodle, itu lho modifikasi logo Google untuk hari-hari special. Tadinya nike ga mau ikutan, nike pikir, lha wong hadiahnya juga sama, ngapain juga. Eh, temen lama nike dari Eindhoven, ngebujuk-bujuk terus suruh nike nyoba soalnya dia pengen kadonya. Akhirnya, oke lah, nike cobain ajah, dan tanpa disangka, I won, so I got two digital photo frames :)

Sedang liburan kali ini, kita dapet campuran antara nice and bad weather, beberapa hari matahari bersinar cerah, kebanyakan mendung dan kadang ujan. Nike udah sedih ajah, abisnya kalo ambil foto dengan dull sky, photonya jadi dull juga :( *huaaaaaaaa* Untunglah nike minta Steve waktu itu bawa macro lens nike, jadi waktu foggy atau mendung, nike ngephotoin tetesan air di dedaunan. Dan Steve juga bilang “say, yang penting khan kita santai, dan kita berdua tho, apapun cuaca hari ini” *cieeeee, romantis abis euy*

Anyway, hari itu kita dari Cinque Terre ke Lake Como, ngepas nice weather. Gunung-gunung bersalju dah keliatan dari jejauhan, kita pengennya cepet sampai di Como biar bisa menikmatin makan di tepi danau disinari dengan matahari sore yang anget. Ternyata, malah kena macet di Milan ngepas jam pulang kerja. Steve sebelnya kumat ajah, kalo dia dah sebel, nikenya jadi senewen. Udah capek, ngepas ada matahari, pengen udara segar, eh, kitanya cuman bisa nikmatin di dalem mobil ditengah macetnya ring Milan yang berpolusi *huh*.

Selepas Milan sampe di Lecco, kita semangat lagi karena tempatnya bagus, kayak berada di Norway aja. Danaunya kayak fjord, bukan di alam lapang luas, tapi diapit dua gunung, airnya tenang, dan dari kejauhan ada beberapa gunung yang bersalju. It was quite and peaceful, until … we encountered an Italian driving very fast on the narrow and windy road along the lake. Italian are crazy drivers, they are even proud of being high in the list as one of the countries with the highest number of accidents in Europe. Mobil sih keren pake Porsche *jarang ketemu Ferrari, Maserati, ama Lamborghini*, nyetir kayak mikrolet M24, ga cuman seradak-seruduk tapi juga suka buang sampah sembarangan.

Trus kita nyari hotel yang nike book, namanya Bella Vista, mintanya nginep di Bellagio. *George Clooney punya villa juga disini* Ternyata hotelnya enggak di Bellagio, udah agak kesel juga sih, ngerasa ketepu, karena hotelnya masih 20 km dari Bellagio, terletak di desa yang namanya Veleso. Udah agak kecewa, kebelet pipis, laper, dan matahari dah mulai ilang, eh ini hotel jalannya naik mulu, sempit dan berliku-liku. Gawat dah, ini gimana bisa liat danaunya. Sampe diatas, things were starting to turn around. The hotel is very homy, yang punya pasangan sebaya yang ramah sekali, I asked the view to the lake, and what I got, was not only view to the lake but also the view of Como city from a distance. Trus kita pesen makan malem, at the first bite, kita bisa kompak berpandangan satu sama lain, and we were saying the same thing, the food is amazing! Rasanya capek dan kesel seharian ilang semua, luluh dengan setiap kunyahan makanan yang kita nikmati. Sampai kita tanya siapa yang masak supaya bisa kasih compliment. Yang masak anak laki-lakinya yang paling kecil, namanya Paolo, dia pernah kerja di Barcelona, Paris ama London sebagai koki, tapi waktu musim liburan di Como, dia pulang buat bantuin orang tuanya, dan kayaknya dia bakalan yang nerusin usaha hotel ini. They are really nice family, very friendly, and nothing was too much trouble. Kita berakhir makan malem di hotel itu terus, selain enak, Steve bisa minum wine sesukanya, khan ga usah nyetir pulang. Hari terakhir, sesudah berteman dengan si koki, kita minta special dinner, jadi kita ga order sama sekali, nike cuman sebutin apa yang nike ga suka, the food was amazed us. *benissimo* :)

Tiap hari, persis jam 8 pagi, gereja di sebelah hotel bunyiin lonceng, nyanyiin sebuah nada lagu. Pas hari pertama, nike pikir, ini kok gereja aneh banget, nyanyiin nada lagu anak-anak yang judulnya “burung hantu” … “matahari terbenam hari mulai malam, terdengar burung hantu suaranya merdu”, tapi kok terus nada terusannya ngepas ke lagu “ave, ave, ave maria …., ave, ave, ave maria …” *nike ngaco khan, ga nyambung karena terlalu ngantuk*. Ini recording waktu hari ketiga, niat bangun euy ;)

Dengan berat hati, kita meninggalkan hotel dan restaurant Bella Vista, dan berjanji bakal balik lagi *I really want to come back again*, saying goodbye-nya ajah lama, dan ga cuman saying goodbye ama yang punya hotel, tapi ama semua warga hotel *feel like part of the big family* Waktu sore menjelang malam, sebelum atau setelah makan malam, kita ngobrol satu sama lain, bahkan Steve maen mahjong ama keluarga dari Inggris. Keluarga dari Perancis malah ngundang kita buat nginep di tempatnya *it’s really strange experience, but it’s really nice* Anyway, lake Como is pretty, I can understand why Tom Cruise got married here.

Ada kejadian lucu di border, cuman ga punya foto, soalnya dilarang ngefotoin. Harga bensin di Swiss itu jauh lebih murah dibanding di Belanda, € 1.1 dibanding ama € 1.5 per liter. Karena selama ini kita keluar masuk Swiss ga pernah problem, ga pernah di check di border, dan ga perlu punya Swiss Frank *pake Euro ajah*, jadinya Steve agak ngegampangin. Dia mau beli bensin ke Swiss sebelum kita jalan ke Black Forest, hihihi, kali ini kita digeledah abis, teliti banget, sampai lempitan kursi, jendela mobil, karpet bawah, and of course they found nothing but dirty clothes in the trunk. Kayaknya kita dikira nyelundupin drugs kali. Kita ma tenang ajah, tapi jadinya rugi satu jam-an kali, but it was a funny experience.

I haven’t got time to publish all the photos, but I do prepare a highlight album of our vacation, it’s in two pages.

california: the rest

Wednesday, August 1st, 2007

California 1 Highway
It’s pretty drive along the coast, baik di utara maupun di selatan San Francisco. Pantainya berkarang, dan jalan mobil yang kita lewatin mengikuti coastal line. Sesuai dengan namanya kalau California 1 South itu dari San Fransisco ke selatan, menuju Los Angeles. Sedangkan California 1 North jurusan ke Wine Country, disini karangnya ga terlalu terjal seperti jalan yang keselatan, but it has its own charm.

Walaupun cuaca berkabut dan ujan rintik-rintik waktu kita jalan ke selatan, airnya tetep ijo ke biru-biruan kayak warna telor asin. Deburan ombak yang menerjang karang-karang membuat riak air jadi buih putih yang meliuk-liuk diantara batu karang. It’s stunning … Big Sur is actually really nice. Mungkin sih enggak sebanding dengan yang ada di Australia, but it’s still pretty. I’ve never seen such a beauty before …

Di sepanjang jalan ada castle, national park, mineral spa, whale watching service, forest, desa nelayan, juga highlands yang bisa mampirin, apalagi kalau ditambah hiking-hiking sebentar pasti asik. Cuman kita enggak sempat buat mampir, karena malem itu musti sampai di LA. Belajar dari pengalaman kita kalau ke Big Sur, mendingan jangan reserve hotel dulu, enakan kalau capek langsung cari hotel di jalan aja.

Sama seperti di Norway, hampir tiap beberapa menit nike minta brenti buat ambil foto tuh, ga peduliin ujan, dan camera ditutupin ama plastik kresek. Tip satu lagi, kalau ke Big Sur jangan winter kayak kita, karena banyak ujan dan anginnya kenceng banget. Tapi, nike sih mau balik lagi ke Big Sur, yang jelas enggak di waktu musim dingin dan harus pergi ama Steve. *I’ll save this in our lists of destinations*

Foto-fotonya ada dialbum Highway California 1 South dan dialbum
Highway California 1 North

Los Angeles - City of Angels
Si Tom waktu itu bilang “Los Angeles is a county without country”, nike khan bingung, apaaaa maksudnya coba. Ternyata maksud dia tuh Los Angeles itu kota juga, county juga, kayak Beverlly Hills, Santa Monica, Pasadena, itu kota-kota di county Los Angeles. Jadi LA itu kumpulan a bunch of cities, dihubungin ama highways, jadi ga punya “country” yang maksudnya “country side”. bingung gak?

Kita emang sengaja ga mau ke Disney atau ke Universal Studio, soalnya udah di Orlando waktu itu. Walau banyak tour untuk celebrities homes, tapi toh percumah juga, abisnya rumahnya pagernya itu ketutup ada kali 5 m tingginya :( Buat balik ke LA lagi mungkin agak males, kalaupun balik paling buat ketemu sodara. Tapi ada beberapa atraksi yang nike pengen liat dan belum kesana: Paul Getty Museum and live show in LA studios.

Fotonya ada dialbum Los Angeles

Wine Country
Hamparan lembah penuh dengan vineyard emang bagus sih. Tadinya dibilang cuacanya ga bakal bagus, bakal ujan, tapi ternyata selama weekend kita muter-muter Wine Country tuh cuaca bagus banget. Kadang ada awan sih disini ama disana, tapi malah satu hari terang benderang. Kita pergi ke beberapa wineries, buat iseng ama cobain wine. Buat orang dari daerah Wine Country, mereka berpendapat bahwa wine mereka paling enak, sama aja kalau ke Perancis, ngakunya winenya orang Perancis paling enak, hayaaa, sono lah gontok-gontokan dhewek.

Yang lucu tuh ceritanya karena gagal untuk spa di Big Sur, kita tuh pengen spa di mineral. Ada kota namanya “Hot Spring” kita pikir disitu pasti ada hot spring alam *kayak di film Dante’s peak*. Kita muter-muter ndak nemu hot spring itu, sampe akhirnya kita tanya di pompa bensin, diketawain ama tukang jaganya, “selama saya disini dari lahir, belum pernah tau tuh kalau di hot spring ada hot spring beneran”. tuh khan, nama kotanya menyesatkan, kecewa dah.

Fotonya ada di album Wine Country

Armstrong Redwood

Nike suka banget ama hutan ini, Redwood itu sejenis pohon pinus, ada yang macemnya bisa tinggi banget, ada yang bisa gedhe banget. Lah yang kita kunjungi tuh yang bisa tinggi, coastal Redwood. Pohon tertinggi yang ada di hutan ini namanya Parson Jones dengan tinggi yang hampir 100 meter. Kita bertiga sambil jalan sambil berdiskusi gimana caranya tau tinggi pohon di hutan ini. Dan bisa ditebak, banyak banget ide-ide konyol yang terlempar: pohonnya ditebang trus diukur, pasang altimeter waktu nanem itu pohon dan berharap setelah 1300 tahun itu altimeternya ga rusak, pakai altimeter helicopter yang terbang rendah, pakai rumus percepatan grafitasi dengan batu yang dilempar dari atas, tanya ama pohonnya *kalau pohon bisa ngomong*, dan yang paling gampang, kita bisa ke penjaga hutannya dan minta list database tinggi pohon di hutan ini ;)

Di hutan ini ada trailnya, gampang dilewatin dan kesannya cool banget, dan kita jalan sesiangan. Banyak lumut, dan berasa bahwa pohon-pohon di sekitar kita tuh udah makan jaman, wise dan jauh lebih tua dari kita. Kalau Steve suka bilang ke nike “Steve dah pacaran, kamu baru lahir”, kalo si pohon bisa ngomong kali “Nenek moyang kamu blom sampai Indonesia aja gue udah berdiri”. Setelah itu kita naik ke state park dengan mobil *pemalas banget* padahal bisa hiking juga.

Foto-fotonya ada dialbum Armstrong Redwood

Sebagai kesimpulan, state California tuh kayaknya punya segalanya, dari pantai landai, pantai yang berkarang-karang, pantai dengan ombak gedhe buat sufring, highlands, hutan di west coast, gunung dibagian timur yang lumayan tinggi yang bisa buat ski, gurun dibagian selatan dengan tanah merah yang tandus, sampai winery di lembah Napa di bagian utara. Udara yang bersahabat relatively mild a whole year. And it’s all in one state, enggak heran kalau California jadi tujuan banyak orang buat tinggal. Tapi, dimana-mana selalu aja ada positif ama negatifnya, kalau di California itu takut gempa dan kebakaran hutan. Kok kayaknya ndak ada a perfect place to live yah … ada aja …

THE END …

Irma: nice blog Nike!! And thanks for this wonderful trip! So…, which place will be our next adventure? Vietnam? ;o)

california: google and apple campus

Tuesday, July 17th, 2007

Google and Apple Logo

Google - Mountain View
Karena nike punya temen deket yang kerja di Google, dia ngasih kita tour inside Google campus. I think Google is a cool company. Di dalam Google Campus ada empat gedung. Benernya enggak gedhe-gedhe amat, empat gedung yang berkelompok trus tengahnya dikasih lapangan voli, dua kolam renang, satu fosil gedhe dinosaurus dan teras buat makan diluar. Ampir di tiap beberapa cubicle ada micro-kitchen, yang menyediakaan makanan kecil seperti, sandwich, coklat, permen, buah, semuanya tersedia, juga minuman kayak teh, kopi, soft drinks, susu, etc. Selain micro-kitchen, mereka juga punya banyak lounge area buat kalo bosen kerja, ada TV flat wide screen, sofa, sepeda fitnes ama massage chair *pengen diboyong pulang*. Di beberapa tempat malah ada meja pingpong dan piano. Nike kadang pikir, ini tempat kerja atau tempat maen :P Di dalam cubicle setiap pegawai, ada aja barang unik yang boleh pilih dan dikasih ama Google, kayak kursi Fat Boy, lava lamp *somehow lava lamp is really hype in Google*, atau barang-barang lucu yang lain. Sayangnya nike ga boleh ambil foto *huh*.

Selain itu, di campusnya ada beberapa cafe dan restaurant. Makan disitu ga pernah bayar, sistemnya buffet bisa ambil sendiri, themanya dari far east (makanan Asia), bistro (makanan Eropa), Mexican, salad, desert, pokoknya banyak dah, komplit dari apetizer sampai ke desert. Restaurant buka dan menyediakan makanan sepanjang hari, buat makan pagi, siang dan malam. Ini ma kayaknya pegawainya (mereka menyebut diri mereka dengan istilah “Googlers”) dimotivasi buat “tinggal” sebetah-betahnya di kantor kali yah.

Kolam renang yang nike bilang tuh kolam renang kecil yang berarus, jadi orang bisa berenang di tempat, idenya kayak tread mill gitu tapi bukan lari melainkan berenang. Yang lucu tuh walau dalemnya kolam renang cuman 1.5 m tapi hukum di California kalau kolam itu lebih dalam atau sama dengan 1.5 meter musti ada safe guardnya. Walau kerjaannya penjaga ini kalau ada orang yang kesusahan bakal tenggelam cuman bilang “try to stand up” toh cuman 1.5m *huahauahua, nike aja juga ga tenggelem*. Di dalam kampus juga ada tempat buat gym, tempat buat maen Atari, dan tempat buat naruh laundry *gile khan laundrypun disupport ama perusahaan*

Yang paling nike suka tuh receptionist di tiap gedung, biasanya ada layar gedhe yang isinya live query string dari semua orang di dunia yang nggunain Google buat search. Nike bisa seneng banget ngeliatin itu terus, very interesting buat ngeliatin orang tuh nyari apa aja seh … but sometime it’s scary too what people search through Google.

Irma: but still, I didn’t see people searching for “how to kill my wife” or “how to make a bomb for dummy”…. Only the idea that you can find anything via Google is quite scary….

Ada satu lagi yang nike suka di Google, yaitu banyaknya white board yang gedhe-gedhe dan panjang-panjang, jadi kayaknya setiap pegawai bisa seenaknya corat-coret, ngebuat poll lucu-lucuan, buat komik, joke, brainstorming, etc. I think I’ll have a white board on our computer room door, so I can send a love message to Steve ;) *hehehe*

Apple Campus - Cupertino
Penasarannya karena kalo paket atau CD yang nike dapet dikirim dari Apple Computer, Inc., Infinite Loop 1, Cupertino, California. *waktu itu blom berubah jadi Apple, Inc.* Atau tulisan “designed by Apple Computer in California”, jadinya kita ke Apple Campus.

Nike kesini benernya karena cuman pengen beli kaos Apple yang adanya cuman di Cupertino. Retail storenya biasa aja sih, enggak gedhe-gedhe amat, malah enggak semegah Apple Store yang ada di kota-kota gedhe. Ada kaos yang nyindir Microsoft, “Cupertino - 859 miles and 180º from Redmond”, sedang yang nike beli tulisannya “I visited the Mothership.” dengan font Myriad Pro Semibold, dan diakhiri dengan dot khas Apple. Trus ternyata setelah balik ke Belanda, nike dapet kaos Apple yang lain juga karena langganan Apple Developer, kaosnya item dengan logo X dari OS X tiger, di sebelah lengan ditulis “apple developer” tapi karena kegedhean jadinya dikasih ke Steve aja.

Fotonya nike gabung, bisa dilihat dibagian terakhir di album Palo Alto - Mountain View - Cupertino

Bersambung lagi ke minggu depan: California - the Rest