Journal · Photos · About


Archive for May, 2007

weight management

Monday, May 28th, 2007

weigh scaleNike pernah research tentang weight management waktu internship di Philips selama 9 bulan. Tujuannya untuk meneliti dan mengajukan konsep inovasi consumer elektronik dalam membantu orang mengatur berat badan. Project weight management ini bisa dibilang lumayan sukses, sampai Philips ingin sekali mempatentkan konsep yang diajukan, nike tidak boleh membeberkan konsep tsb selama dua tahun karena sifatnya yang confidential. Engga tau project itu akan dibuat menjadi produk jadi atau enggak nantinya, toh yang nike ajukan hanya prototype saja. Selama nike riset, banyak pengetahuan umum yang nike dapat dari membaca buku, paper, dan artikel dibidang weight management, selain itu juga banyak melakukan wawancara khususnya dietitian dan orang-orang yang sedang diet atau bermasalah dengan diet. Sayangnya, nike ga pernah cerita tentang suksesnya itu project, sampai ciciku tersayang, terjerumus melakukan diet sesat, ga cuman buat dia patah semangat tapi juga bikin sering sakit kepala dan berasa mau pingsan. *ga bener banget khan?*

Kali ini nike ingin merangkum dan membagikan sedikit pengetahuan tentang weight management itu, kali aja berguna untuk yang membutuhkan. Ciciku Yvonne yang mendengarkan tips dan tricks yang nike kasih sudah lumayan berhasil dengan dietnya, jadi mungkin cara ini bisa dicoba sebagai alternatif. Yang perlu nike tekanin, riset ini berdasarkan diet orang yang sehat, dalam arti yang enggak ada penyakit sampingan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, etc. Dan satu hal penting tentang weight management adalah motivasi, kebanyakan weight management itu terlalu complicated, jadinya orang males, apalagi kalau hasilnya enggak keliatan. Nike suka yang simple, dengan maksud, nanti kalau udah kelihatan hasilnya, seseorang akan termotivasi lebih untuk melakukan usaha yang lebih dengan perhitungan yang lebih detil dan akurat.

Sebenarnya rumus perbedaan berat badan seperti yang semua orang tahu itu sangat sederhana, yaitu: energi yang masuk dikurangin dengan energi yang keluar.

perbedaan berat badan = energi masuk - energi keluar

energi masuk itu energi yang kita konsumsi dalam bentuk makanan atau minuman. Sedangkan energi keluar itu energi yang tubuh kita gunakan untuk “tetap hidup” (Basal Metabolic Rate), dalam arti untuk membuat semua organ tubuh bekerja dengan baik ditambah dengan energi yang kita keluarkan untuk beraktivitas seperti bergerak, duduk, jalan, bekerja, olah raga, nyetir dan lain sebagainya.

energi masuk = energi yang kita konsumsi dari makanan dan minuman
energi keluar = Basal Metabolic Rate + energi untuk beraktivitas

Kalau energi yang masuk lebih besar dari energi yang keluar, akan ada kelebihan energi khan, nah, badan kita itu sebenarnya sangat effektif dan precaution, dia simpan kelebihan energi itu untuk backup, kali aja dibutuhkan dimasa mendatang. kelebihan energi tadi disimpan dalam bentuk lemak di dalam jaringan lemak, yang untuk setiap orang berbeda letaknya tergantung dari gene-nya, ada yang di paha, ada yang diperut, ada yang dipipi, dst.

Kalau energi yang masuk sama dengan energi yang keluar, jadi tercapai keseimbangan, ini dipakai untuk memaintain berat badan.

Jadi, kalau kita mau menurunkan berat badan, rumusnya gampang khan, energi yang keluar musti lebih gedhe dari energi yang masuk.

Karena itu kita musti tau dulu berapa sih energi yang dibutuhkan tubuh kita untuk hidup setiap hari dengan aktivitas normal aja. Untuk gampangnya kita pakai formula yang tersedia saja untuk mendapatkan Basal Metabolic Rate dan energi yang dibutuhkan setiap hari.

Contohnya data nike, female, 160 cm = 1.6 m, 49 kg, 29 years. Activity nike pilih sedentary, ini kalau jarang bergerak dan kebanyakan duduk di depan komputer. My Basal Metabolic Rate is 1277 kcal per day, dengan itungan aktivitas yang sedentary tadi plus Basal Metabolic Rate, nike perlu 1533 kcal per day (energi yang bakal keluar setiap hari). Jadi, untuk menurunkan berat badan, nike harus makan kurang dari 1533 kcal per hari.

Nah musti kurang dari 1533 itu kurangnya berapa? Untuk tetap menjaga kesehatan badan, sehari maximal hanya boleh kurang 500 kcal. Kalau nike mau diet, sehari tetep nike musti makan ga kurang dari 1033 kcal. Jadi seminggu bakalan kurang 7 *500 = 3500 kcal, ini setara dengan setengah kilogram lemak. Jadi diet yang sehat, seminggu cuman boleh kurang setengah kilo, kalau ada crash diet yang seminggu turun 2 kg, itu sebenarnya tidak sehat babarblas, jadinya tubuh kita malah shutting down, metabolismenya turun.

Sekarang rumusnya udah ada semua, susahnya khan musti ngehitung kalori makanan yang masuk dan energi yang keluar buat beraktivitas khan? Ada yang rajin ngehitung satu-satu, tapi kebanyakan orang khan tabiatnya malas ngitung semua gitu, repot sekali, memang sudah mulai banyak informasi kalori dibungkusnya makanan, tapi khan enggak semua, kayak makan bakso dipinggir jalan, itu kalorinya berapa? Nike bilang sih, mendingan sadar akan kebutuhan kalori kita tiap hari berapa, dan kalau sempat lihat kalori di pembungkus, entar lama-lama bisa kira-kira dan menebak sendiri kalori di satu jenis makanan.

Kalau masih ada yang males ngitung kalori, nike masih punya general tips buat kasus umum yang terjadi beserta alasannya, kalau beberapa dari tips ini dilakukan, harusnya kalori yang masuk akan lebih kecil dan kalori yang keluar akan lebih banyak.

1. Usahakan untuk makan pelan, jangan terlalu cepat, yah ga perlu dikunyah sampai jadi bubur, tapi makan yang dinikmati, menikmati juga makan bersama orang tersayang, sambil ngobrol, dan cerita. Tapi jangan ngunyah sambil cerita, entar nyemprot semua :P And you know what, most of you are located in the place with full of good delicious food (it’s not like in Holland), you should enjoy it as much as you can. Alasannya, dari hasil riset, ternyata diperlukan 20 menit untuk perut menyampaikan signal “udah kenyang” ke otak. jadi kalau makan terlalu cepat, akibatnya waktu signalnya nyampai - “udah bener-bener kekenyangan”. atau kalau gaya di indo makan gaya warteg kuli, nasi segabruk dalam 10 menit, itu signalnya blom nyampe, makanan udah abis, akhirnya kekenyangan.

2. Kurangi porsi sedikit demi sedikit, enggak usah buru-buru lah. itu semangat kalau cepat menggebu cepet juga padam, intinya weight management itu menjadi kebiasaan, kalau cuman dilakukan sementara aja yah entar juga balik lagi. Jadi misalnya kalau dulu makan 3 centhong nasi, yah dikurangin jadi 2.5, makan diperlahan, pasti masih berasa kenyang dan ga laper. Perut kita itu bisa dilatih, kalau dikasih makanan sedikit, lama-lama juga jadi kecil isi perut di dalemnya.

3. Biasakan jangan TERPAKSA untuk menghabiskan makanan yang tersisa. Pendidikan dari orang tua jaman dulu yang selalu “harus” menghabiskan makanan, kayaknya musti dikaji ulang. The food is good if only you have enough, kalau kebanyakan dan kekenyangan banget juga udah ga bisa dinikmatin lagi khan? Kalau enggak habis yah udah, buang rasa bersalah. Sama aja dengan makanan gaya buffet, kalau bisa dihindari atau tahan diri kalau sudah kenyang.

4. Usahakan untuk makan pagi setiap hari, karena dengan makan pagi, dibuktikan bahwa tubuh kita membakar 5% energi lebih banyak daripada kalau kita ga makan pagi, karena dengan makan pagi itu, metabolisme tubuh digiatkan.

5. Dibiasain bergerak sedikit demi sedikit, ga usah langsung ke gym terus menerus tapi kalau ga enjoy, lakukan kegiatan yang disukain, jadi ngelakuinnya juga ga berasa khan, dengan begitu energi yang kepakai juga kita ga berasa ngeluarinnya. Caranya, kalau cuman mau naik satu lantai, yah mbok pakai tangga instead of escalator , kalau parkir mobil yah pilih tempat yang agak jauhan dikit, jadi bisa jalan sedikit kearah tujuan, kalau bawa belanjaan dari mobil, yah dibawa sendiri daripada tereak-tereak ke bibi. Mungkin bagi yang sudah punya momongan bisa bermain secara aktif dengan si kecil.

6. Kurangin minuman softdrinks seperti coca-cola, kalau tadinya minum pakai gula, yah gulanya dikurangin dikit, banyakan minum air putih, karena air putih bagus untuk metabolisme, minum yang cukup. Sebenarnya seperti teh itu lebih enak diminum tanpa gula, karena dengan adanya gula rasa tehnya malah jadi hilang.

7. Ada beberapa makanan yang kaya akan karbohidrat dan gampang diserap oleh tubuh seperti kentang, apalagi kentang goreng yah ga heran kalau abis setengah jam berasa laper, lha wong perutnya udah kosong lagi sakingnya udah diserap semua, udah gitu digoreng lagi yang fat dari olinya nambah. Makanya orang bilang suruh makan makanan berserat yang mengenyangkan, ga musti sayuran *lha wong nike aja ga makan sayur*, bisa makan kacang-kacangan, ager-ager, etc. Pengetahuan mengenai sifat makanan ini bisa ditambah sedikit demi sedikit, apalagi dengan adanya internet *tapi cari sumber yang ada dasarnya*, seperti juga usahakan untuk memakai minyak jagung, minyak bunga matahari, atau minyak olive (unsaturated fat) daripada pakai minyak kelapa (saturated fat).

Orang tua bilang, sedikit-demi sedikit, lama-lama jadi bukit, iyah ndak? jangan underestimate hal kecil yang kita lakuin, enggak perlu buru-buru atau enggak usah terlalu dipikirin, yang lebih penting semua itu jadi kebiasaan. Makan banyak ga pa pa, asal bergerak aktif banyakan kalau mau seimbang. Dan kalau ada pertanyaan lain, tinggal tulis komentar atau email japri ke nike, ok?

Ada buku “French Women Don’t Get Fat: The Secret of Eating For Pleasure “, nike sih ga heran kalau cewek Perancis makanannya full of calories tapi tetep aja kurus, lha wong porsinya jauh lebih sedikit dibanding porsi di Amrik atau di Belanda dan mereka makannya bisa berjam-jam, enjoy the companion, enjoy the smell, and enjoy the food. At last, hidup itu khan untuk dinikmati, jangan menyiksa diri untuk diet ketat dengan olah raga yang menyiksa. Diet yang santai aja, ama banyak bergerak dengan aktivitas yang kita suka, lama-lama juga entar turun ndiri, yang penting tetep happy.

PS. Oh iyah, cara menimbang berat badan yang benar itu seharusnya dipagi hari, *maaf* tanpa busana, setelah kencing atau buang air besar dan sebelum makan pagi. karena dengan cara itu, kita benar-benar menimbang badan kita waktu kosong, dan itu yang bisa dibandingkan dengan berat badan sebelumnya. Soalnya kalau aja makan paginya beda, pakaiannya beda, mungkin minum dihari itu juga beda, khan hasilnya tidak bisa dibandingkan secara akurat.

mesin jahit

Saturday, May 19th, 2007

mesin jahit kunoWeekend kemaren nike dapet mesin jahit, judulnya sih minjem ;) Tapi kayaknya tuh mesin jahit bakalan ditempat kita terus, maminya Steve udah ndak isa ngejahit lagi dan cicinya emang enggak tau gimana caranya ngejahit. Nike benernya iseng mau coba karena ga tahan ngeliat kursi komputer Steve yang robek, dulu pernah nike tambal ama gambar Mickey Mouse, tapi karena pantat Steve terlalu tajem, jadi yah robek lagi … Udah beberapa bulan kita cari kursi baru tapi enggak pernah jadi dibeli, ada aja alesannya, yang jelek lah, yang ga enak lah, yang warnanya ga pas lah. Akhirnya nike kepikiran untuk nge-upholster sendiri.

Waktu ngebersihin, ga sengaja baca buku manualnya, didalamnya ada bukti garansi dan tertulis datum van aankoop (tanggal pembelian): Juni 1977.
Waaakkksss !!! Itu mesin jahit lebih tua dari nike, ga nyangka sama sekali. Abis bentuknya udah modern dan warnanya cream, maklum nike cuman tau mesin jahit mami jaman dahulu kala yang semuanya pakai genjotan, warnanya item dan merknya Singer.

Anyway, walau mesin jahit itu berumur 30 tahun, buat nike juga udah keren, abisnya bisa semuanya dikerjain dalam satu mesin, yah ngejahit, yah nge-bordur, yah nge-obras, yah bikin lubang kancing, mana bisa disetel buat ngejahit kaos, jean, etc. Dan yang lebih penting, nike ga musti ngegenjot karena jalannya pakai listrik. Begitu dinyalain, ada lampu kecil buat bantu jahit yang langsung nyala, I’m really amazed. It was the time before usability engineering was even known, bahkan buat naruh benang ke dalam lubang jarum aja pakai mekanik. Trus buat mindahin benang ke skoci yang kecil juga gampang banget, ada magnetnya, tinggal taruh trus slide, pencet gas, itu benang dengan rata pindah dari gulungan gedhe ke skoci kecil. Ini nike yang ketinggalan jaman kayaknya, mungkin mesin jahit modern jaman sekarang udah pakai lcd screen kali.

Kemaren nike libur karena harpitnas, tapi Steve enggak libur. Setelah Steve berangkat kerja, nike ngebor dinding buat naruh papan untuk tempat print koleksi yang nike punya. Ngebornya sih sama sekali ndak capek, agak repot aja karena nike sendirian, jadi ga ada yang megangin vacuum cleaner buat menghisap debu hasil ngebor. Nike akhirnya pasang plastik buat nahan debu agar ga masuk ke iMac. Yang pegel malah menata print-print tadi, otot kaki ketarik semua karena kebanyakan naik turun meja untuk mendapatkan kombinasi letak yang nike suka. Nike pasang print disebelah jam analog 24 jam.

dinding

Setelah agak puas menata print, kok yah masih pagi, jadi waktu ngelirik ke kursi Steve, nike langsung balikin, ambil obeng dan mulai ngepretelin tuh kursi. Di-messenger, nike bilang ke Steve,
“say, kamu entar pake kursi makan buat di depan komputer yah, kursi komputer kamu nike udal-udal”
“whaatt? …. ” … “hukkayy …” *pasrah*

I thought it would be a long project, setelah ngebolak-balik itu kursi, kutak-katik, akhirnya ngeh juga gimana caranya ngepisahin tempat dudukan ama mekanik silinder hidroliknya. Abis ngebuka tekstilnya yang rada lengket ama busanya, nike cari toko tekstil. Muter-muter, akhirnya nemu pattern yang nike suka di Laura Ashley. Pulang ke rumah langsung sibuk dah, bikin pola dari tekstil yang robek, trus ngejahit. Nike masih heran kok nike masih bisa jahit walau udah lama banget enggak nyentuh yang namanya mesin jahit. Akhirnya sore ini kursinya jadi juga, horreeeeee …
Komentarnya Steve setelah jadi “it’s not bad at all say …” Steve blom pernah liat nike ngejahit, jadi mungkin dia enggak berharap terlalu banyak sebelumnya. I’m pretty happy with it, but after all, I think buying a new chair is cheaper than upholster it ;)

kursi project

I would like to thank to my mom though, abisnya dulu yang ngajarin nike ngejahit, ngebolehin nike maenan ama mesin jahitnya, bahkan sering matahin jarum jahit dan bikin skoci dibawah mesin jahit ruwet penuh dengan benang bundet. Mom, thanks …

Le Provence et Chamonix Mont Blanc

Wednesday, May 2nd, 2007

Kita dapat cuaca yang bagus banget sepanjang 9 hari liburan di selatan Perancis, 22-25 celsius, deep blue sky, warm sunny week dengan angin sepoi-sepoi. Setelah tinggal beberapa tahun disini, jadi lebih bisa menghargai matahari. Dulu di Indo pengennya selalu jalan di shadow, sekarang ma, malah sengaja ke jalan yang kena matahari, maklum matahari di Belanda tuh suka malu-malu, jadi jarang nongol. Long story short, it was perfect weather.

Kali ini kita nyobain sewa gîte, semacam simple furnished studio yang dipunyai oleh penduduk setempat yang disewain mingguan. Gîte kita ada mezzanine-nya, jadi kita tidurnya diatas, dibawahnya dapur ama kamar mandi. Tingginya rumah mustinya cuman satu setengah lantai tapi dipaksain jadi dua lantai, Steve yang kayak jerapah jadinya suka kepentok kepalanya. Kita punya teras buat berjemur, viewnya langsung ke hamparan vineyard, disebelah kirinya bukit terusan dari Luberon, di sebelah depan desa Ménerbes dengan rumah-rumah kecil yang berdesakan yang dibangun diatas bukit. Waktu matahari mulai terbenam, rumah-rumahnya berubah jadi keemasan, efek dari pantulan sinar matahari rendah ke limestone, batu bahan utama untuk ngebangun rumah di daerah sini. Di sore hari, biasa kita duduk diteras, jemuran, ditemenin ama Rinquinquin (peach wine buat aperitif kesukaan Steve), makan kacang, baca buku dan dengerin musik dari laptop. It was so relaxing …

View dari gite

Then the food, yeah, as you are all know the famous French food, as expected, the food is marvelous. Sooooo good … *ada yang mao foie gras? wink-wink ;)* Steve demen banget makan salad, katanya fresh banget, trus toppingnya jauh lebih enak dari yang dia selalu dapet di Belanda. Nike sih masih tetep carnivora. Anehnya resto di Provence itu untuk dinner bukanya setelah jam 7 atau 7.30, padahal biasa kita udah laper dari jam 6 sore :( Ini karena mereka kerja sampai jam 6.30, dan kerja sampe segitu sore karena siangnya mereka pake acara siesta! *sighh*

So the weather, the place and the food is perfect, TAAAAPPIIII … sayangnya kita sama sekali ga isa bahasanya *huahuahuahua*
Mana di desa ndak ada yang bisa ngomong bahasa Inggris, termasuk si madam si empunya gîte. Sekali kita musti telpon temen Steve di Belanda buat nerjemahin, tapi ga enak juga ngerepotin orang, akhirnya kita back to basic, tarzan style language, lengkap dengan sound effect, gesture tangan dan kalau perlu kaki juga ikutan. Pokoknya dah pasang muka badak aja lah kalau orang ngeliat kita kayak topeng monyet, yang penting ngerti. Cuman emang ajaib loh, sampai sekarang nike masih aja keheranan, kok bisanya kita tuh ngertiin apa yang mereka omongin.

Kalau pesen makanan, jurus terakhir kalau udah gelap ama bahasanya, gambling asal pilih, kadang pilih menu yang penjelasannya paling panjang, kadang pilih yang kalau dibaca menunya keliatan so sophisticated, atau pilih masakan dengan nama yang cantik. Nike kejebak sekali, “Aioli”, khan kayaknya namanya keren gitu, tau-tau nike dapet sayur-mayur rebus satu piring gedhe dengan saus semacam mayonaise yang dicampur ama garlic. *sigh* Ada ikan rebusnya sih, tapi ngeliatnya aja napsu makan langsung lenyap. *you probably should see my face that time* Anyway, I’ll remember aioli as gado-gado ala Provence.

Nike penasaran banget ama rumahnya Peter Mayle, soalnya pengen ngeliat apa yang di deskripsiin ama dia di bukunya, tapi kadang ragu juga, takut apa yang nike bayangin ga sebagus aslinya. Kayak problem baca buku ama nonton filmnya gitu loh. Akhirnya sampai ngeberaniin diri buat tanya ke kantor pos, eh si kantor pos malah tutup. Iseng-iseng nike tanya si madam yang punya rumah, dengan tidak terduga dia malah tau, dan deket ama gîte kita. Jalan di depan kita, sampai ketemu lapangan sepak bola *dimana dia pantomim niruin orang sepak bola* trus ngitung rumah kesatu, kedua , pas turunan, dan dikanan jalan, I can understand it perfectly! Si madam malah sempet-sempetnya ngegodain nike bilang waktu nike dateng pakai jaket trus kedinginan *lha wong malem lho*, sekarang setelah beberapa hari, pake kaos lengan pendek, celana pendek dan sandal. Waktu kita akhirnya ngeliat rumahnya emang mirip ama yang ada dicover bukunya dia. Sayangnya, si Peter Mayle ini dah pindah ke Lourmarin, benernya ga jauh, tapi males nyarinya lagi, kesian juga kalau selalu dikejer-kejer pembaca bukunya.

Tentang jalan-jalan, kebanyakan view di Provence itu vineyard, perkebunan olive, perkebunan bunga, dan gunung-gunung pendek disekitarnya. Kita suka nyantai keliling ke kota-kota atau desa di sekitar. Gordes, Bonnieux, dan Roussillon menarik karena kota diatas bukit. Lacoste is cute and charming, Fountaine de Vaucluse is touristic but pretty and adem. Isle-sur-la-Sorgue penuh dengan pedagang barang antik. Avignon kota paus, dengan Châteauneuf-du-Pape vineyardnya paus di lembah sungai Rhone. Orange menarik karena adanya Roman theater: Théâtre antique d’Orange, juga karena Steve yang notabene OBB - Orang Belanda Baru, pengen mengunjungi kota bersejarahnya orang Belanda. Marseille dengan gereja Notre-Dame yang megah. Pont du Gard is amazing, Nîmes is cozy. Overall, daerah Provence tuh sangat bersejarah, terutama karena banyak peninggalan jaman romawi.

Provence

Weekend terakhir kita ke Chamonix Mont Blanc, kira-kira 400 km dari Provence ke arah perbatasan Swiss dan Italy. Dulu pernah ada yang bilang kalau Chamonix tuh bagus, terutama buat yang suka ski, jadi kita tertarik buat kesana. Mont Blanc populer karena bolpennya kali yah. Waktu kita udah mulai masuk pegunungan Alpen, kota atau desanya beda banget ama yang di Provence. Kalau di Provence khan mereka selalu bangun desa diatas bukit, kalau di daerah Alpen, desanya selalu di lembah. Kata Steve mungkin karena di Provence gunung-gunungnya ga terlalu tinggi, jadi mereka buat diatas bukit biar kalau ada musuh dateng ketahuan, sedang di Alpen karena pegunungannya tinggi, itu udah jadi benteng alam, buat ngejaga kota tinggal jagain di dua sisi.

Chamonix is very touristic, enaknya banyak orang bisa ngomong bahasa Inggris, kotanya sendiri nike bilang cozy. Kita dapet hotel yang enak, with the nice view to the massive Mont Blanc. Sempet naik cable car Aiguille du Midi sampai ketinggian 3842m. The view is pretty from the top, bisa ngeliat gunung-gunung tinggi yang ada di Swis. Mont Blanc, atau white mountain, kayak di bolpennya, puncaknya tuh bujel *tumpul*, dan emang di puncaknya diselimutin salju terus. Dari stasiun terakhir yang kita bisa naik, keliatannya si Mont Blanc itu deket banget, padahal benernya masih beda tinggi sekitar 1000m lagi (4810m). Setelah diatas, dari baca brosur baru tau kalau ternyata Mont Blanc itu gunung tertinggi di Western Europe. Lha? nike langsung bingung, kok ga klop, seumur idup nike pikir gunung tertinggi di Eropa Barat itu semuanya ada di Swis. Ternyata tuh selama ini ketepu ama iklan, soalnya slogannya Jungfraujoch selalu bilang “Top of Europe”, followed by “The highest railway station in Europe”, somehow kata “railway”nya sekalu terlewatkan, jadi langsung kirain kalau itu gunung tertinggi di Eropa. *salah kaprah*

Steve mabok naik cable car, sampai atas dia langsung pusing, puyeng dan udah mau semaput, mukanya pucet pasi kayak bulan kesiangan. Udah nike beliin hot coklat juga tetep aja ga baek. Ternyata dia punya high alitute sickness, katanya setelah 2400m orang bisa kena HAS itu. Abis turun kebawah lagi Steve langsung ceria, dan ngomel katanya ndak mau naik-naik cable car lagi :( Mungkin begitulah orang yang sudah terlalu lama tinggal dibawah permukaan air laut, udah ga biasa lagi ama sesuatu yang tinggi, lama-lama nike bisa ketularan kali yah kalo kelamaan di Belanda.

It was a nice relaxing vacation though …

Photo-photonya menyusul yah, entar weekend nike pilihin lagi, abisnya udah susah payah milihin, eh iPhotonya crash, jadinya banyak foto yang ilang dan musti rescue dari CF card. Gitu si Steve malah dengan senyum ketahan komentar “mac bisa crash yah say …” yah benernya bisa aja, tapi khan ga sesering windows :P

Update 9 May 2007: Photo di Provence dan photo di Chamonix udah di upload :)