Journal · Photos · About


Archive for June, 2007

rain

Friday, June 15th, 2007

heavy rainThere is something about rain that I love, especially heavy rain in my hometown, Purworejo. I love watching it. I love the uncountable long strips that form like a curtain, or slanting strip curtain when there is wind. I love the smell of it, the fresh soil smell. I love the sound of pouring rain that falls on our fishpond. I love the sound of pouring rain though the tree and falling through its leaves. It makes a melody so pure that nature can provide. And I also love the surroundings after the rain, so fresh, so clean and so relaxing. As if the earth is taking a shower, so the color becomes so vivid and usually the sky becomes so clear.

I think I love watching rain since I was little. I usually sit in front of my parent’s shop, close enough to the rain without being caught by the rain. When the tip of raindrops touched the asphalt they formed a thousand parades of tiny ducklings. *It really depended on my imagination* And I could sit to see this for hours …

My parents barely allowed me to play with the rain, they said rain would make me sick, but as my parents saw the joy in my eyes, eager to play with the rain, their heart melted. They allowed me to play under some conditions, only if I didn’t play too long …, only if I took a bath, dried myself well, and drank hot beverages or hot soup afterwards … And as it turned out this became one of my best preserved childhood memories ever.

That is what I miss so much being in Holland, heavy rain. The rain here is too weak, just like unpressured shower and sometime it feels like silky smooth rain that couldn’t be felt. Mostly I don’t even need an umbrella. I don’t like using an umbrella anyway, I wear my hoodie. The wind makes the situation worse, but worst of all the sky mostly won’t turn to blue after the rain. But, there’s always something replaceable to compensate this, the snow. It’s a different sensation to see the snow falling, and I love to see it too. The lightweight snow flying and flying around, and it also can go upward because of the turning wind.

Maybe I like nature patterns, or maybe I like every pattern since I love even an artificial pattern. Do you remember the old days of Windows harddisk defragmentation where the interactive small blue rectangle moved and organized in the harddisk? I can watch it for hours, while other people just leave it until it is done.

Anyway back to the rain topic, I still remember when my father told me about a song called ‘Raindrops Keep Falling on My Head’, and he was curious how somebody could write a whole song just because raindrops were falling on his head. Right now, I don’t even realize that I write a whole page only because of rain that I imagine. If only I can tell him this, since what he needs is an assignment for an English course and a bit of imagination ;)

PS. My English teacher asked me to write “something” as a writing assignment. It shouldn’t be more than one page. Since I was going to write a post about rain, I just write the post using English ;) *kill two birds with one stone*

bokito

Monday, June 4th, 2007

bokitoPagi itu kebun binatang ramai seperti biasa, apalagi cuaca bagus dan kebetulan akhir minggu yang panjang. Seorang ibu berdiri di depan kandang keluarga gorila dan berusaha untuk bercanda membuat mimik wajah yang lucu. Dia sering sekali, bahkan seminggu bisa sampai empat kali datang ke kebun binatang ini. Keluarga gorila tadi adalah favoritnya, karena si gorila jantan selalu membalas ekspresi muka lucu itu dengan cengiran-cengiran yang menurut si ibu sangat pintar dan interaktif. Dia pikir, si gorila tadi suka sekali dengannya karena mau bermain bersama. Tetapi tiba-tiba, si gorila jantan beranjak dengan garang dari duduknya, lompat melewati sungai pembatas kandang, memanjat tembok pemisah, dan langsung mengejar ibu tadi.

Si ibu yang tertangkap oleh gorila langsung pingsan saat itu juga, badannya dijinjing dengan satu tangan dan diboyong berjalan keliling kebun binatang. Setelah sesaat, gorila berhenti dan meletakkan tubuh korban di lantai. Ibu yang kebetulan bangun dari pingsan, melihat gorila hitam besar persis dimukanya, langsung menjerit ketakutan. Tak hanya ibu saja yang ketakutan, si gorila juga ikut ketakutan, secara reflek mengigit lengan si ibu sampai berdarah, dan kemudian berlari ke arah rumah makan.

Sementara itu, para pengunjung kebun binatang sudah sangat panik, jeritan disana-sini kadang terdengar. Sebagian pengunjung bersembunyi di dalam rumah makan yang tertutup oleh pintu kaca. Si gorila jantan tidak sengaja melihat banyak pengunjung dibalik kaca, dengan sekuat tenaga dia mendobrak pintu tersebut dan membuat semua orang di dalamnya menjerit histeris, panik, dan lari terbirit-birit. Ada yang bersembunyi di kamar kecil ada pula yang bersembunyi di dapur. Tapi tak lama kemudian, petualangan heboh gorila jantan tadi berakhir. Petugas kebun binatang berhasil menembakkan peluru bius dan membuatnya pingsan. Semua pengunjung bisa dievakuasi, sebagian harus dibawa ke rumah sakit, dan selebihnya bisa pulang ke rumah dengan selamat.

….

Cerita diatas bukan cuplikan film buatan Hollywood, atau bukan karangan nike untuk meninabobokan Steve, eh salah, bukan karangan Steve untuk meninabobokan nike. Tapi itu kejadian nyata yang terjadi sekitar dua minggu yang lalu di kebun binatang Blijdorf di Rotterdam.

Bokito, nama gorila jantan tersebut, dengan berat badan 180 kg, mengamuk karena merasa terancam. Telah diinformasikan bahwa gorila tidak boleh diliat langsung dimatanya, dan yang bagi manusia cengiran dan tampang lucu yang ditirukan oleh gorila bukanlah hal lucu, tetapi tanda ancaman. Si ibu tadi sebenarnya sudah diperingatkan akan hal ini, tapi dia tetap tidak menggubris ataupun percaya, dia pikir gorilanya lucu sekali. Bahkan setelah di rumah sakit dirawat karena trauma yang dia derita dan tangannya yang patah, dia masih bilang bahwa Bokito masih menjadi gorila favoritnya *sigh*
Semua orang ahli gorila heran dan takjub karena Bokito bisa melewati hadangan air dengan lebar 3.5 m, padahal aslinya gorila tuh tidak bisa berenang.

Malam itu, dengan tenangnya Steve nyeletuk, “tuh khan say, untung kita enggak kesana … entar kamu digondol Bokito bagaimana … “. Bukan karena hari itu kita berencana kesana, tapi topik Blijdorf itu selalu menjadi bahan becandaan dan sindirian dari nike ke Steve. Dulu waktu kita masih pacaran, waktu hubungan kita bisa dibilang seumur jagung dan masih anget-anget bapao, Steve pernah ngejanjiin buat pergi ke Blijdorf berdua karena ada bayi gajah ama bayi jerapah yang barusan lahir. Sekarang udah beberapa tahun lewat, kita belum juga pernah kesana, bayinya jerapah ama bayinya gajah kali udah ga bayi lagi, malah mungkin dah punya bayi sendiri.

Anyway, it was quite a drama, banyak orang luka-luka tapi enggak ada yang parah. Kalo ada Bokito fun club, kayaknya nike mao ikutan dah. Benernya kecian sih ama itu ibu, apalagi kalau dia sampai trauma, tapi … tetep aja Bokitonya cool banget.